Masa remaja adalah masa peralihan yang ditandai oleh berbagai perubahan, termasuk status gizi. Di SMAN 20 Jakarta, 35% remaja mengalami gizi lebih, 4% obesitas, 30% gizi kurang, 12% gizi buruk, dan 19% memiliki status gizi normal. Tujuan: mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan status gizi. Metode penelitian tahun 2024 ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan 100 sampel dari 525 siswa. Teknik pengambil sampel menggunakan purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan 56% remaja memiliki status gizi tidak normal, (71%) body image negatif, (67%) aktivitas fisik rendah, serta asupan energi (60%), lemak (66%), protein (61%), dan karbohidrat (58%)tidak normal. Analisis bivariat menemukan hubungan signifikan antara body image, aktivitas fisik, asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi (p<0,05), namun tidak dengan pengetahuan gizi (p≥0,05). Saran, disarankan untuk meningkatkan edukasi gizi melalui pelajaran olahraga atau biologi dan mendorong konsumsi makanan seimbang.
Copyrights © 2025