Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis efektivitas pemberian krim ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap pertumbuhan rambut dan penyembuhan luka pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang mengalami luka dermapen. Penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif eksperimental dengan menggunakan desain true experiment atau eksperimental laboratorium. Penelitian eksperimen dilaksanakan dengan mengontrol semua variabel luar yang dapat mempengaruhi kegiatan eksperimen. Penelitian ini menggunakan post-test only control group design untuk mengetahui dan menganalisis efek pemberian ekstrak kulit kayu manis dalam mempercepat penyembuhan luka dan pertumbuhan rambut pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar yang mengalami luka dermapen. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa krim ekstrak kulit kayu manis mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, dan triterpenoid. Senyawa-senyawa ini yang membantu penyembuhan luka bekas dermapen serta merangsang pertumbuhan rambut. Pemberian krim ekstrak kulit kayu manis mempengaruhi pertumbuhan rambut. Berdasarkan perbedaan rata-rata panjang rambut peneliti menyimpulkan bahwa kelompok dengan pertumbuhan rambut paling besar ada pada kelompok perlakuan 3 yang diberi krim ekstrak kulit kayu manis dengan konsentrasi 7%. Sedangkan kelompok dengan pertumbuhan rambut paling sedikit yaitu pada kelompok kontrol yang hanya diberi krim basis. Pemberian krim ekstrak kulit kayu manis dengan konsentrasi 2%, 5%, dan 7% berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka bekas dermapen pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Kelompok perlakuan mengalami penyembuhan total, sedangkan kelompok kontrol yang diberi krim basis tidak.
Copyrights © 2025