Gangguan kecemasan adalah kondisi yang memengaruhi kualitas hidup, termasuk fungsi sosial dan pekerjaan. Selain faktor individu, dukungan keluarga juga memainkan peran penting dalam mempengaruhi tingkat keparahan gangguan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi sakit, fungsi keluarga, dan dampaknya terhadap fungsi pasien gangguan kecemasan di Rumah Sakit Madani, Sumatera Utara. Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan sampel pasien gangguan kecemasan yang dirawat di Rumah Sakit Madani, Sumatera Utara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur durasi sakit, dukungan keluarga, dan fungsi sosial pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik bivariat, Spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara durasi sakit dengan fungsi pasien (p-value 0,001; r = 0,650), yang berarti semakin lama durasi sakit, semakin buruk fungsi pasien. Selain itu, ada hubungan signifikan antara fungsi keluarga dan fungsi pasien (p-value 0,001; r = -0,651) yang mengindikasikan bahwa semakin baik fungsi keluarga, semakin rendah skor fungsi pasien. Kesimpulan: Durasi sakit yang panjang memperburuk fungsi psikososial pasien gangguan cemas, sementara dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Dukungan keluarga yang kuat dan pengelolaan durasi sakit yang tepat penting dalam pemulihan pasien gangguan cemas.Kata Kunci: durasi sakit, fungsi keluarga, fungsi pasien
Copyrights © 2025