Kanker dan penyakit jantung koroner saling berhubungan karena memiliki faktor risiko yang sama, dimana pasien kanker akan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan serangan jantung atau sindroma koroner akut. Selain itu, terapi kanker baik obat-obatan, kemoterapi atau radioterapi dapat menyumbang patofisiologi terjadinya sindroma koroner akut. Gejala klinis nya pun bervariasi dan tidak khas, sehingga diperlukan penegakan diagnosis menggunakan pemeriksaan penunjang lainnya. Manajemen sindroma koroner akut pada pasien kanker sesuai dengan pendekatan kardio-onkologi, berupa evaluasi risiko trombosis atau perdarahan, stadium atau jenis kanker, penyulit anemia, angka harapan hidup dan prognosis. Hal inilah yang menyebabkan tatalaksana sindroma koroner akut (SKA) pada pasien kanker sangatlah tergantung kondisi pasien tersebut.Kata kunci: kanker, sindroma koroner akut, tatalaksana
Copyrights © 2025