Abstract: Oral and dental health issues remain a predominant global concern, and Indonesia itself still faces a relatively high prevalence of caries among children aged 10-14 years. Poor oral health habits can be a contributing factor to the development of tooth decay in children. Behavioral changes in children can be achieved through increased knowledge. Interventions through Dental Health Education (DHE) using appropriate methods and media can be conducted to enhance children's knowledge of oral and dental health, expecting of subsequently influencing on their behaviors. This study aimed to compare the effectiveness of DHE using simulation and video playback methods in improving the knowledge of oral and dental health among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group, employing pre-tests and post-tests. The study samples consisted of 60 students of SD Negeri Kalasey (elementary school) Manado as respondents, selected through total sampling. The Wilcoxon test conducted on the simulation and video playback education groups obtained a p-value of 0.00 (p<0.05), indicating an improvement of knowledge for both methods. The Mann-Whitney test showed a p-value of 0.689 (p>0.05), indicating there was no significant difference between the two methods. In conclusion, there is no difference in effectiveness between Dental Health Education using simulation and video playback methods. Keywords: dental health education; simulation; video playback; knowledge Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut masih merupakan masalah global. Indonesia masih memiliki prevalensi karies yang cukup tinggi pada anak usia 10-14 tahun. Perilaku yang buruk dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya karies gigi pada anak. Perubahan perilaku pada anak dapat diperoleh melalui peningkatan pengetahuan. Intervensi melalui pemberian Dental Health Education (DHE) dengan penggunaan metode dan media yang tepat dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak, yang diharapkan dapat mengubah perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara DHE metode simulasi dan metode pemutaran video terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar (SD). Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan non-equivalent control group design dan digunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 60 murid SD Negeri Kalasey Manado sebagai responden dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil uji Wilcoxon terhadap kelompok penyuluhan metode simulasi dan metode pemutaran video menunjukkan nilai p=0,00 (p<0,05) yang berarti pada kedua metode terdapat perbedaan bermakna sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,689 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua metode. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas antara Dental Health Education metode simulasi dan metode pemutaran video. Kata kunci: dental health education; simulasi; pemutaran video; pengetahuan
Copyrights © 2025