Premenstruasi sindrom merupakan suatu keadaan dimana adanya gejala yang berhubungan dengan siklus menstruasi, gejala terkadang timbul 7-10 hari sebelum menstruasi dan ketika mulai menstruasi. Di Indonesia sendiri angka prevalensi PMS dapat mencapai 85% dari seluruh populasi usia produktif yang terdiri dari 60-75% mengalami PMS sedang dan berat selain itu masalah yang dialami oleh wanita di Indonesia seputar permasalahan gangguan PMS sebesar 38,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Hubungan antara konsumsi makan, status gizi dan aktifitas fisik dengan kejadian Premenstruasi sindrom pada remaja putri kelas X Perguruan Tawaib Darur Rachmad Sibolga. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis univariat sebagai alat ukur frekuensi dan analisis bivariat menggunakan statistik uji Chi Square. Jumlah populasi dalam penelitian berjumlah 225 siswa remaja putri kelas X kemudian peneliti melakukan simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga mendapatkan sampel sebanyak 144 siswa remaja putri kelas X. Dari hasil uji penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen dengan hasil konsumsi makan (p-value = 0,031), status gizi (p-value = 0,004), dan aktiiftas fisik (p-value = 0,012) dengan kejadian premenstruasi sindrom. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu adanya hubungan antara Konsumsi makan dan aktifitas fisik dengan kejadian premenstruasi sindrom dan tidak terdapat hubungan antara Status Gizi dengan dengan kejadian premenstruasi sindrom pada remaja putri kelas X Perguruan Tawaib Darur Rachmad Sibolga. Saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini untuk mencegah terjadinya kejadian premenstruasi sindrom diperlukan pola hidup yang sehat dan seimbang antara konsumsi makan dan aktifitas fisik dalam pola hidup sehari-hari.
Copyrights © 2025