Studi ini mendiskusikan pemboikotan Huawei oleh Amerika Serikat karena diduga digunakan sebagai alat spionase Pemerintah Tiongkok. Fokus kajian akan memaparkan klaim Amerika Serikat akan terjadinya perang siber yang dimotori oleh Tiongkok melalui Huawei. Oleh karena itu, penelitian ini dikerangkai melalui dua konsep besar, yaitu keamanan dan perang siber di mana kajian literatur digunakan sebagai metode penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan, bahwa ketakutan Amerika atas ancaman serangan siber cukup beralasan mengingat Tiongkok berhasil mengembangkan teknologi Artificial Intelligance (AI) dan telah terbukti melakukan beberapa kejahatan siber pada perusahaan-perusahaan, lembaga, hingga bank Amerika dan Eropa. Meskipun demikian, fakta tersebut hanyalah sedikit permasalahan antara Amerika dan Tiongkok. Perang siber hanyalah sebagian kecil dari potongan kue yang lebih besar, yaitu rivalitas antar negara.
Copyrights © 2024