Rokok menjadi satu dari sejumlah masalah perilaku kesehatan masyarakat yang bukan hanya terjadi dikalangan dewasa, tetapi juga bagi anak-anak dan remaja. WHO menyatakan bahwa tembakau bahan baku utama rokok mengandung lebih dari 7.000 senyawa, dengan setidaknya 250 di antaranya berbahaya dan sekitar 70 menyebabkan kanker. Dampak dari bahaya rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga oleh orang-orang di sekitar mereka yang terpapar asap rokok. Rendahnya pengetahuan tentang bahaya rokok menjadi faktor remaja berperilaku merokok, banyak dari remaja yang mulai mencoba-coba rokok dan ketagihan sehingga cenderung mempertahankan kebiasaan ini hingga dewasa. Salah satu upaya mencegah peningkatan prevalensi remaja merokok adalah melalui edukasi promosi kesehatan yang memanfaatkan konten tiktok, yang sedang populer dikalangan remaja saat ini. Penelitian ini menerapkan metode pre-experimental melalui rancangan one-group pretest post-test. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan pada penelitian ini ialah purposive sampling dengan sampel sebesar 30 responden. Hasil penelitian menggunakan Uji Wilcoxon secara statistik menunjukkan ada pengaruh terhadap pengetahuan (p-value: 0,001) setelah diberikan intervensi. Dengan demikian, edukasi promosi kesehatan menggunakaan konten tiktok efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai bahaya rokok. Diharapkan agar program edukasi yang memanfaatkan platform media sosial khususnya tiktok, dapat terus dikembangkan untuk edukasi masalah kesehatan lainnya.
Copyrights © 2024