Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal dalam moderasi beragama dan dampaknya terhadap keberlanjutan komunitas di Kalimantan Barat. Kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Kalimantan Barat mengandung nilai-nilai tradisional yang mendukung keharmonisan sosial, toleransi, dan pemahaman antaragama. Dalam konteks moderasi beragama, kearifan lokal diyakini memiliki peran penting dalam memitigasi ekstremisme dan mendorong kehidupan beragama yang moderat serta toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional, penelitian ini melibatkan 101 responden dari Masyarakat kalimatan Barat dan dinggap mumpuni untuk menjawab. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert 5 poin yang disebarkan secara daring, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) penelitian ini akan menguji model hubungan antara variabel-variabel yang ada untuk menggali wawasan mengenai hubungan antara kearifan lokal, moderasi beragama, dan keberlanjutan komunitas di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan saling menghormati menjadi dasar penting dalam terciptanya moderasi beragama yang berdampak positif terhadap keberlanjutan sosial, ekonomi, dan budaya di komunitas Kalimantan Barat. Oleh karena itu, peran kearifan lokal sangat signifikan dalam membangun kerukunan antaragama dan mendukung keberlanjutan komunitas di daerah tersebut.
Copyrights © 2024