Obesitas merupakan faktor risiko bagi berbagai penyakit menular yang terus meningkat, termasuk pada kelompok remaja. Salah satu faktor risiko obesitas adalah konsumsi alkohol yang mengandung kalori dan gula tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara konsumsi alkohol dan risiko obesitas pada remaja usia 13–17 tahun, menggunakan data Global School-Based Student Health Survey (GSHS) 2015 dengan desain studi cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 8.294 remaja yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mayoritas responden berusia 13 tahun (27,5%), sementara usia 17 tahun merupakan kelompok terkecil (8,9%). Sebagian besar responden (94,9%) tidak mengonsumsi alkohol dalam 30 hari terakhir, dan prevalensi obesitas mencapai 4,1%, dengan laki-laki memiliki proporsi lebih tinggi (5%) dibandingkan perempuan (3,3%). Proporsi peminum ringan hingga berat lebih tinggi pada laki-laki. Sebanyak 324 responden non-drinker mengalami obesitas, dibandingkan 11 responden pada kategori light-to-moderate drinker dan 2 responden pada heavy drinker. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara konsumsi alkohol, usia, dan jenis kelamin dengan obesitas pada remaja. Namun, ditemukan hubungan signifikan antara perilaku merokok dan jenis kelamin dengan obesitas pada remaja. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai peran faktor perilaku hidup sehat sebagai salah satu faktor risiko obesitas pada remaja dan menekankan pentingnya upaya pencegahan obesitas sejak dini.
Copyrights © 2024