Artikel ini menganalisis tradisi Manatiang Piriang dalam konteks globalisasi dengan fokus pada tiga aspek utama: penurunan minat terhadap tradisi Manatiang Piriang, keberlanjutan identitas dan budaya Minangkabau, serta perubahan gaya hidup dan nilai-nilai. Seiring berkurangnya generasi muda yang mempertahankan tradisi yang ada, yang kini telah beradaptasi di rumah makan Padang, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur untuk menyajikan analisis dan sintesis terhadap sumber-sumber yang relevan. Temuan memberikan wawasan mendalam tentang evolusi Manatiang Piriang dalam era globalisasi, merespons tantangan masa kini dengan solusi yang tepat dan responsif. Kajian ini juga mengeksplorasi bagaimana tradisi kuliner ini bisa berfungsi sebagai jembatan antara pelestarian budaya dan adaptasi terhadap tren global. Selain itu, penelitian menyoroti pentingnya pendidikan budaya dalam mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan kehidupan modern. Akhirnya, artikel ini mendiskusikan peran pemuda dalam revitalisasi tradisi yang menghadapi risiko kepunahan, mengusulkan strategi untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam praktik budaya.
Copyrights © 2025