Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat membantu akan pemenuhan tenaga kerja yang terampil dan kompeten dalam bidangnya. Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang terbesar dalam angka pengangguran terbuka. Perbedaan antara dunia sekolah dengan dunia kerja menuntut kemampuan adaptasi di dunia kerja yang baik teks akan membantu lulusan SMK dalam menghadapi masa transisi karier serta mampu menemukan pekerjaan yang sesuai bidang keahliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Learning Goal Orientation (LGO) dan vocational skill terhadap career adaptability di era revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik proportional random sampling dipilih untuk menetapkan sampel penelitian sejumlah 167 siswa kelas XII SMK Program Keahlian Teknik Instalasi tenaga Listrik (TITL) di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan LGO Scale, C2 dan C3 Bidang Keahlian TITL, dan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) sebagai alat ukur. Hasil analisis data penelitian pada variabel LGO (X1), vocational skill (X2), dan career adaptability di era revolusi industri 4.0 (Y) SMK Program Keahlian TITL di Kabupaten Malang menunjukkan bahwa uji regresi secara parsial dan simultan membuktikan terdapat hubungan yang positif antara LGO dan vocational skill terhadap career adaptability di era revolusi industri 4.0 (56,1%) secara signifikan dengan masing-masing koefisien korelasi sebesar 0,512 dan 0,625. Berdasarkan data ini diharapkan sekolah bisa mewujudkan tujuan untuk mempersiapkan lulusannya pada dunia kerja khususnya bidang ketenagalistrikan. Selain itu, siswa diharapkan mampu melakukan kegiatan yang bisa melatih dirinya terkait aspek yang mempengaruhi LGO dan vocational skill sehingga meningkatkan career adaptability siswa sebagai tenaga ahli kelistrikan di era revolusi industri 4.0.
Copyrights © 2023