Studi ini menyoroti peran kota dalam hubungan internasional, khususnya dalam mengatasi tantangan lingkungan global. Jakarta menghadapi tantangan perkotaan dan berupaya menjadi kota hijau melalui kerja sama kota kembar dengan Berlin sejak 1994. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, dengan memanfaatkan data sekunder yang diambil dari berbagai sumber. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa macam kontribusi yang telah dilakukan oleh Jakarta dan Berlin dalam rangka menjadi kota hijau, seperti inovasi pengelolaan sampah, transportasi yang ramah lingkungan, dan pengembangan ruang terbuka hijau. Analisis ini menyoroti bahwa paradiplomasi kota kembar tidak hanya mendukung penyebaran teknologi dan pengetahuan, namun juga memacu inovasi lokal dalam mengatasi tantangan perkotaan. Potensi GCSC Jakarta-Berlin sangat besar dalam memandu transformasi menuju kota hijau Jakarta, namun hal ini membutuhkan waktu dan penyesuaian. Optimalisasi Dampak Strategi yang Dapat Ditindaklanjuti dan Berkelanjutan.
Copyrights © 2025