Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) merupakan salah satu obat tradisional yang termasuk dalam genus pandanus dari suku Pandanaceae. Daun pandan memiliki manfaat yang berupa , menghitamkan rambut, menghilangkan ketombe, mengatasi rambut rontok, lemah saraf, tidak nafsu makan, rematik, sakit disertai gelisah, serta mengatasi pegal linu. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan ekstraksi, fraksinasi, dan standarisasi parameter spesifik dan non- spesifik ekstrak aseton dariĀ Daun pandan wangi, melakukan skrining fitokimia dan identifikasi dengan kromatografi lapis tipis, dan serta untuk menetahui kadar fenolik dan flavonoid total. Hasil uji parameter spesifik ekstrak aseton Daun pandan wangi berupa ekstrak kering, dangan warna hijau kecoklatan, berbau khas ekstrak, dan memiliki rasa yang pahit. Hasil Ekstrak aseton Daun pandan wangi memiliki kadar senyawa larut air 0,018% dan etanol 0,004%. Hasil skrining fitokimia menunjukan ekstrak daun pandan wangi positif mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Hasil kromatografi lapis tipis yang diamati dibawah sinar UV 254nm didapatkan hasil nilai RF 0,9375. Hasil uji parameter non-spesifik menunjukan susut pengeringan sebesar 1,52%, hasil bobot jenis 1,398 gr/ml, kadar abu 3,01% dan kadar abu tidak larut asam 0,108%. Hasil penetapan kadar flavonoid totalĀ dan penetapan kadar fenolik total.
Copyrights © 2024