Perspektif yang dikembangkan oleh para tokoh agama dalam tulisan ini merupakan bagian dari pemaknaan kembali, betapa pentingnya kesamaan pemahaman tentang agama yang dianut oleh masing-masing umatnya, menjadi sarana pemersatu bagi terwujudnya harmonisasi yang hakiki, sehingga perbedaan agama justru melahirkan kebersamaan visi yang diwarnai oleh nilai-nilai agama masing-masing, karena itu perlu ditumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan, sebagaimana pandangan mengatakan bahwa: terdapat 2 hal penting yang harus dibangun dalam konteks keberagaman dan multikultural: pertama, Islam secara terbuka dan jujur mengakui keberadaan agama-agama terdahulu atau agama-agama lain yang hidup sezaman. Islam juga siap untuk menerima kehadiran agama-agama lain untuk hidup berdampingan (koeksostensi) secara layak. Kedua, lebih dari sekedar koeksistensi, Islam mengarahkan penganutnya untuk menunjukkan secara demonstratif kesiapan hidup dalam kolaborasi, kerjasama, saling memberi dan menerima dengan siapapun yang menjadi tetangga iman, tetangga etnik dan tetangga kultur mereka.
Copyrights © 2022