Pada era globalisasi dengan kemajuan teknologi yang signifikan pada zaman sekarang, platform media digital menjadi wadah terbesar penyebaran hoaks. Hoaks memiliki pengaruh yang signifikan dalam tataran kehidupan masyarakat dari usia anak-anak hingga dewasa tanpa terkecuali. Oleh karena itu perlu sikap tabayyun sebagai upaya mencegah penyebaran berita hoaks. Penelitian ini menganalisa pemaknaan hoaks dan tabayyun yang secara eksplisit dan implisit terkandung didalam produk digital milik Husain Basyaiban pada akun tiktok pribadinya @basyasman00 menggunakan fokus analisis isi yaitu mencatat lambang atau pesan pada 3 konten dakwahnya dengan judul “Satu Tetes Air Mata Wanita 1000 Dosa Bagi Laki-Laki”, “1 Helai Rambut Wanita, 70.000 tahun di neraka” dan yang terakhir “Katanya Udah Gede, Ditanya Niat Wudhu Sholat Kok Jawabannya Nawaitul wudhuu a liraf Il hadatsil ashghari fardhal ilaahi ta'aalad” yang di ambil menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling) dengan pendekatan kualitatif semiotik pierce.
Copyrights © 2024