Melalui pengamatan perilaku konkret anak-anak, seperti lalai dalam sholat, kehilangan kontak dengan Al-Qur'an, dan ketergantungan pada gadget, terungkap dampak nyata dari kurangnya pemahaman agama pada orang tua. Penelitian ini menggali peran esensial orang tua dalam membentuk pendidikan agama anak, terutama ilmu Tauhid. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis literatur, temuan menyoroti bahwa orang tua yang memahami dan menerapkan Tauhid secara benar cenderung menciptakan lingkungan yang mendukung pemahaman agama yang benar pada anak. Dengan analisis literatur, dapat disimpulkan bahwa kurangnya pemahaman agama pada orang tua berdampak langsung pada perilaku anak. Oleh karena itu orang tua sebagai seorang pendidik pertama, maka wajib bagi mereka memberikan pemahaman dan penerapan tentang tauhid kepada anak-anak yang mesti dimulai sejak dini, karena mengingat tentang pentingnya Tauhid yang merupakan hak Allah dan wajib untuk kita tunaikan serta untuk mencegah perilaku negatif anak dan membentuk karakter sesuai fitrah mereka.
Copyrights © 2024