Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor yang dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan kesehatan, sehingga tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional (Herwati et al., 2021). Kondisi kesehatan yang disebut status gizi dipengaruhi oleh cara zat gizi dikonsumsi dan digunakan. Gizi yang baik penting bagi setiap orang, bahkan ibu hamil. Salah satu kelompok yang paling rentan terhadap masalah gizi adalah ibu hamil. Pertumbuhan janin dapat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil sebelum atau selama kehamilan. Janin sangat tergantung kepada ibunya untuk pernafasan, pertumbuhan, dan untuk melindunginya dari penyakit. Masa pra-kehamilan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan masa kehamilan. Peningkatan kebutuhan nutrisi selama kehamilan sebesar 15%, karena diperlukan untuk perkembangan rahim, payudara, volume darah, plasenta, dan pertumbuhan janin. Jika ibu hamil dalam keadaan sehat dan mendapat makanan yang cukup, ia akan melahirkan bayi yang sehat. Bayi yang sehat, cukup bulan, dan berat badan normal akan lahir dari ibu yang mempertahankan status gizi yang tepat sebelum dan selama kehamilan. Dibandingkan dengan bayi dengan berat badan normal, bayi yang lahir dengan gizi buruk dan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko kematian 35 kali lipat lebih tinggi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan non-Equivalent control group, untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi kepada ibu hamil sebagai upaya pencegahan kejadian BBLR. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 51 ibu hamil. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan media edukasi. Analisa data secara univariat dan bivariat. Terdapat perubahan pada edukasi gizi kepada ibu hamil sebagai upaya pencegahan kejadian BBLR yaitu terdapat peningkatan skor perilaku pre-test 4,47 meningkat menjadi 5,10 pada saat post test.
Copyrights © 2025