Resesi ekonomi terjadi secara global, diantara negara-negara yang mengalami adalah Amerika Serikat sebesar -9,5 persen, hongkong sebesar – persen, Korea Selatan -2,9 persen, dan Jepang -1,7 persen. Hal tersebut dampak dari pandemi virus covid 19 yang dipengaruhi oleh upaya dunia menanggulangi penyebaran virus seperti social atau physical distancing. Indonesia mengalami resesi kembali pada kuartal ke III sebesar minus 3,4 persen setelah dua kali sebelumnya mengalami penurunan PDB. Indikator yang menjadi tolak ukur resesi ekonomi bukan hanya sebatas diukur dengan PDB melainkan dapat diukur dengan indikator pendapatan, tingkat pengangguran, produksi industri, juga penjualan ritel (wholesale). Selain stimulus dan upaya pemerintah setiap negara, konsep ekonomi islam tentunya juga dapat menjadi alternatif penanggulangan gejolak ekonomi global. Penelitian ini mengangkat masalah mengenai, “Bagaimana Peran Ekonomi Syariah sebagai Solusi Alternatif Resesi Global 2020. Sesuai dengan perumusahan masalah dalam penelitian ini maka tujuan dari penelitian ini ialah, untuk mengetahui peran Ekonomi Syariah sebagai solusi alternatif resesi global 2020. Metode Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif, yaitu menganalisis resesi ekonomi global akibat pandemi sekaligus mengaitkan dengan peran ekonomi syariah. Solusi yang ditawarkan dalam sistem ekonomi syariah berupa diantaranya: pertama, menyalurkan bantuan langsung tunai yang berasal dari zakat, infaq, dan sedekah. Kemudian kedua, peningkatan terhadap wakaf uang dengan skema wakaf tunai, produktif maupun waqf linked sukuk. Ketiga, pemberian bantuan modal usaha unggulan kepada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sementara keempat, pemberian modal usaha dengan pinjaman yang tidak mengambil manfaat (keuntungan) apapun namun tetap diharuskan untuk dikembalikan.
Copyrights © 2020