Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi waktu milling dan suhu sintering terhadap sifat fisis dan kuat tekan keramik clay. Clay dimilling dengan variasi waktu 0 jam (tanpa millng), 5 jam dan 10 jam. Persentase campuran clay tanpa milling (milling 0 jam) dengan milling variasi waktu 100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%. Pengujian yang dilakukan pada sampel meliputi uji sifat fisis (susut bakar, densitas, porositas) dan kuat tekan, serta karakterisasi menggunakan X-ray Fluorescene (XRF). Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, nilai susut bakar berbanding terbalik dengan nilai densitas. Semakin besar nilai susut bakar, semakin kecil nilai densitas yang dihasilkan. Nilai susut bakar keramik tertinggi diperoleh pada komposisi massa 100% tanpa milling, yaitu 21,26%, 20,47%, dan 20,04%. Nilai densitas tertinggi yaitu pada campuran clay 80% tanpa milling dengan 20% milling 5 jam untuk semua variasi suhu sintering (700°C, 800°C, dan 900°C) dengan yaitu 1,80 g/cm3, 1,63 g/cm3, dan 1,81 g/cm3. Nilai porositas terendah diperoleh pada keramik clay  campuran 70% tanpa milling dengan 30% clay milling 5 jam untuk suhu sintering 700°C, yaitu 20,00%. Nilai kuat tekan tertinggi untuk suhu 900°C, yaitu pada clay 70% tanpa milling dengan 30% milling 5 jam, yaitu 383,13 kg/cm2.Â
Copyrights © 2023