Perekonomian Jakarta mengalami penurunan, baik dari segi pendapatan maupun kondisi keuangan, salah satu dampaknya adalah meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis kebijakan pemerintah terkait ancaman pengangguran pasca kenaikan inflasi dan kondisi perekonomian di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode dengan penjelasan, deskripsi, dan analisis. Hasil pada penelitian ini jumlah pengangguran di DKI Jakarta pernah menyentuh level terendah yaitu 281,95 ribu orang dengan TPT sebesar 5,15% pada tahun 2020, pada kajian upah minimum tahun 2022 menjadi UMP tertinggi di Indonesia naik menjadi 5,1 % dan dalam riset inflasi, tingkat inflasi m-to-m untuk DKI Jakarta adalah 0,32% sedangkan y-to-y adalah 1,94% pada tahun 2022.
Copyrights © 2022