Osteoporosis adalah penyakit metabolik tulang yang ditandai dengan penurunan massa dan gangguan mikroarsitektur tulang sehingga meningkatkan risiko fraktur. Pendekatan farmakologis terbaru mencakup agen antiresorptif seperti bisphosphonates dan denosumab, serta terapi anabolik seperti teriparatide dan romosozumab yang berperan dalammeningkatkan kepadatan mineral tulang. Selain pengobatan, suplementasi kalsium dan vitamin D serta modifikasi gaya hidup berperan dalam pencegahan dan pengelolaan osteoporosis. Pemantauan berkala terhadap kepadatan tulang dan efektivitas terapi diperlukan untuk menyesuaikan strategi pengobatan secara personalisasi dan meminimalkan efek samping. Dengan integrasi terapi berbasis biomarker, pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan osteoporosis dapat semakin ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2025