Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pemberian cacing tanah pada ikan gurami pada masa pendederan. Penelitian dilakukan menggunakan materi larva gurami soang sebanyak 16.000 ekor, cacing tanah ANC (africa night crawler), dan cacing sutera. Empat kolam beton dengan lapisan plastik ukuran 5,5x2,5x0,5m. Dua kolam didesain resirkulasi yang dilengkapi chamber fisik dan kimia. Larva gurami soang ditempatkan pada 4 kolam yang diisi masing-masing 4.000 ekor yang terdapat lubang masuk dan keluar air (kolam gantung dalam istilah lokal) yang diisi air dengan ketinggian 15cm. Dua kolam didesain resirkulasi yang dilengkapi chamber fisik dan kimia. Penelitian menggunakan 4 perlakuan sebagai berikut: P0= non sirkulasi dengan pakan cacing sutera, P1= pakan cacing sutera dengan kolam resirkulasi, P2= non sirkulasi dengan substitusi pakan cacing tanah, P3= substitusi pakan cacing tanah dengan kolam resirkulasi. Hasil penggunaan cacing tanah hasil vermikompos kotoran kambing sebagai substitusi cacing sutera pada masa pendederan gurami tidak menggangu pertumbuhan dan cenderung optimal jika dengan kolam sirkulasi yang memperoleh daya hidup sebesar 78,95%. Kesimpulan Penggunaan cacing tanah hasil vermikompos kotoran kambing sebagai substitusi cacing sutera pada masa pendederan gurami memperoleh daya hidup tertinggi.
Copyrights © 2025