Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work life balance dan job insecurity terhadap turnover intention dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan mendistribusikan kuesioner kepada 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh langsung terhadap turnover intention, dengan nilai t-hitung sebesar 3,979 yang lebih besar dari t-tabel 2,000 (β = 0,410, p 0,05). Begitu pula, job insecurity juga terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap turnover intention, di mana t-hitung sebesar 3,010 (β = 0,275, p 0,05). Selain itu, work-life balance dan job insecurity secara signifikan memengaruhi komitmen organisasi, dengan nilai t-hitung masing-masing sebesar 8,637 dan 7,014, yang keduanya juga lebih besar dari t-tabel 2,000 (β = 0,814, p 0,05 untuk work-life balance dan β = 0,684, p 0,05 untuk job insecurity). Komitmen organisasi memiliki pengaruh langsung terhadap turnover intention, ditunjukkan dengan t-hitung 4,636 (β = 0,519, p 0,05). Selain pengaruh langsung, terdapat pengaruh tidak langsung work-life balance terhadap turnover intention melalui komitmen organisasi sebesar 0,213, dan pengaruh tidak langsung job insecurity terhadap turnover intention melalui komitmen organisasi sebesar 0,143. Hasil dari penelitian ini menegaskan terkait pentingnya peran komitmen organisasi dalam memediasi pengaruh work-life balance dan job insecurity terhadap turnover intention.
Copyrights © 2023