Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait pengelolaan jual beli gabah di Desa Parippung Kec. Barebbo, Kab. Bone. Adapun jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan bahwa Pengelolaan jual beli gabah pada masyarakat Muslim di D Manusia dijadikan Allah SWT, Sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain (muamalah). Untuk mengetahui kebutuhan hidupnya, manusia harus berusaha mencari karunia Allah yang ada dimuka bumi ini sebagai sumber Ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait pengelolaan jual beli gabah di Desa Parippung Kec. Barebbo, Kab. Bone. Adapun jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan bahwa Pengelolaan jual beli gabah pada masyarakat Muslim di Desa Parippung, Kecamatan Barebbo, Kab. Bone, menunjukkan pola yang khas dari praktik agraris tradisional yang berakar kuat pada budaya lokal. Masyarakat di desa ini melibatkan berbagai peran, seperti pengumpul, pedagang, dan petani dalam proses transaksi gabah, yang umumnya dilakukan baik secara tunai maupun kredit. Namun, beberapa tantangan utama, seperti fluktuasi harga, kualitas hasil panen, dan ketergantungan pada input pertanian, menghambat stabilitas dan keberlanjutan pengelolaan gabah di desa ini. Ketidakpastian dalam harga input pertanian seperti pupuk dan racun berdampak langsung pada biaya produksi dan margin keuntungan petani. Selain itu, masalah kualitas gabah juga menjadi tantangan signifikan yang memengaruhi harga jual dan daya tawar petani. Praktik transaksi yang tidak langsung dan keterlambatan pembayaran menambah kompleksitas dalam pengelolaan arus kas di antara para pelaku usaha. esa Parippung, Kecamatan Barebbo, Kab. Bone, menunjukkan pola yang khas dari praktik agraris tradisional yang berakar kuat pada budaya lokal. Masyarakat di desa ini melibatkan berbagai peran, seperti pengumpul, pedagang, dan petani dalam proses transaksi gabah, yang umumnya dilakukan baik secara tunai maupun kredit. Namun, beberapa tantangan utama, seperti fluktuasi harga, kualitas hasil panen, dan ketergantungan pada input pertanian, menghambat stabilitas dan keberlanjutan pengelolaan gabah di desa ini. Ketidakpastian dalam harga input pertanian seperti pupuk dan racun berdampak langsung pada biaya produksi dan margin keuntungan petani. Selain itu, masalah kualitas gabah juga menjadi tantangan signifikan yang memengaruhi harga jual dan daya tawar petani. Praktik transaksi yang tidak langsung dan keterlambatan pembayaran menambah kompleksitas dalam pengelolaan arus kas di antara para pelaku usaha.
Copyrights © 2024