Penelitian ini bertujuan guna mengukur tingkat aglomerasi industri di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah periode 2021-2023. Aglomerasi industri di Jawa Tengah terpusat di kawasan perkotaan yang memiliki infrastruktur dan fasilitas penunjang yang memadai, seperti akses transportasi, sumber daya manusia terampil, dan energi yang mendukung efisiensi kegiatan industri. Dengan menggunakan Indeks Balassa, penelitian ini menemukan beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki tingkat aglomerasi industri yang lemah (indeks 1-2), dengan beberapa daerah yang menunjukkan potensi aglomerasi, seperti Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sektor industri ringan seperti tekstil, makanan olahan, dan kerajinan tangan berkembang pesat, pengembangan sektor industri berat dan berbasis teknologi tinggi seperti otomotif, elektronik, dan kimia masih terbatas. Keterbatasan infrastruktur, teknologi, dan investasi menjadi hambatan utama dalam pengembangan sektor-sektor tersebut
Copyrights © 2024