Dengan semakin luasnya pelaksanaan upaya kesehatan dan keberhasilan pembangunan nasional pada semua sektor, hal tersebut mendorong peningkatan kesejahteraan sosial, ekonomi, serta kesehatan. Dari segi kesehatan pada aspek fisik-biologik terjadi perubahan pada beberapa sistem, seperti sistem organ dalam, sistem muskuloskeletal, sistem sirkulasi (jantung), sel jaringan dan sistem saraf yang tidak dapat diganti karena rusak atau mati (Mujahidullah, 2012). Beberapa perubahan pada lansia tersebut dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada lansia (Pudjiastuti dan Utomo, 2003). Sebagai dosen yang mempunyai kewajiban melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Surakarta melakukan kegiatan . kegiatan rutin berupa pelayanan dan pemeriksaan kesehatan di Posyandu Lansia Mojosongo, Jebres, Surakarta . Permasalan. Adakah dampak Kepatuhan pemeriksaan gula darah mandiri pada lansia di Posyandu lansia Desa Mojosongo, Jebres, Surakarta.? Tinjauan Pustaka. Pemeriksaan glukosa darah dapat dilakukan dengan cara ensimatis (dilaboratorium klinik ) atau dengan carik (strip) kering menggunakan alat glukometer. Pemeriksaan glukosa darah dapat digunakan untuk : Menegakkan diagnose DM, Memantatu keberhasiala program terapi, Penyesuaian rencana terapi Tujuan Kegiatan. Mewujudkan kehidupan yang sehat bagi lansia melalui kegiatan pemeriksaan gula darah mandiri. Kesimpulan. Lansia dapat melakukan pemerikasan gula secara teratur dan mencatat pada buku catatan harian dan hasil pemerikasaan, akan dapat dipantau keberhasialan terapi. Pada jangka panjang dapat membantu mencegah timbulnya komplikasi DM
Copyrights © 2025