Jurnal Farmanesia
Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmanesia

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL BUNGA BELIMBING WULUH (Averrhoa bilmbi Linn) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

br Tarigan, Betharina (Unknown)
Shania, Rizna Witha (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Feb 2025

Abstract

Latar belakang: Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis menjadi sangat umum. Penggunaan antibiotik yang berlebihan sering kali mengakibatkan resistensi antimikroba, menambah kesulitan dalam pengobatan infeksi. Oleh karena itu, pencarian alternatif pengobatan menggunakan bahan alami, seperti ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum), menjadi semakin penting. Daun salam diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan minyak atsiri yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dari sediaan patch ekstrak etanol daun salam terhadap bakteri tersebut. Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri sediaan patch ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum W.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, mengidentifikasi pertumbuhan bakteri mana yang memiliki daya hambat lebih besar dengan menggunakan sediaan patch ekstrak etanol daun salam, serta mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun salam. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan formulasi F0 (blanko), FI (5%), FII (10%), dan FIII (15%). Sediaan patch dievaluasi dari segi organoleptik, pH, ketahanan lipat, dan karakterisasi fisik lainnya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan patch yang dihasilkan memiliki variasi warna dan bau sesuai dengan konsentrasi ekstrak, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan diameter zona hambat sebagai berikut: FI: 12,05 mm; FII: 13,78 mm; FIII: 15,48 mm. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis: FI: 7,75 mm; FII: 12,49 mm; FIII: 14,57 mm. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun salam dapat diformulasikan menjadi sediaan patch, meskipun potensi antibakterinya berada dalam kategori lemah. Kesimpulan: : Ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum W.) dapat diformulasikan menjadi sediaan patch dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, meskipun efektivitasnya masih tergolong lemah. Penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan lebih lanjut terhadap sediaan berbasis ekstrak daun salam dalam pengobatan infeksi bakteri.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

2

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Farmanesia dengan E-ISSN: 2528-2484 merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia, yang artikelnya dapat diakses dan diunduh secara online oleh publik (open access journal). Jurnal ini merupakan ...