Pembangunan suatu proyek konstruksi tidak selalu berjalan lancar, tapi terkadang tidak jauh dari berbagai permasalahan yang akan datang, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek yang hampir selesai. Pada umumnya tolak ukur keberhasilan proyek diniliai berdasarkan waktu penyelesaiannya yang singkat dengan pengeluaran biaya yang seminiminal mungkin. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang memiliki potensi menyebabkan keterlambatan pada pekerjaan proyek perkuliahan enam. Penelitian ini dilakukan berdasarkan penyebaran kuisioner serta wawancara dengan pihak terkait di dalam proyek guna didapatkannya nilai risiko dengan pendekatan kejadian resiko risk = event × impact, yang kemudian dituangkan dalam matriks risiko. Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa terdapat 10 faktor utama yang memiliki potensi dapat menimbulkan keterlambatan pada proyek, dan pekerjaan berdasarkan keterangan matriks risiko AS/NZS 4360 didapatkan nilai rata-rata risiko terbesar ialah pekerjaan pondasi 7,31, pekerjaan lantai dasar nilai rata-rata risiko 6,91, dan pekerjaan yang memiliki nilai rata-rata risiko terendah adalah pekerjaan persiapan dengan nilai rata-rata risiko 6,50
Copyrights © 2024