Fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti klinik pratama, memainkan peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Keberhasilan FKTP dalam menjalankan tugasnya dapat dilihat dari ketercapaian indikator mutu pelayanan, yang mencakup berbagai aspek seperti waktu tunggu, kepuasan pasien, cakupan imunisasi, dan efektivitas pengobatan. Indikator-indikator ini mencerminkan kualitas pelayanan yang diberikan dan menjadi tolok ukur keberhasilan FKTP dalam melaksanakan perannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen internal terhadap ketercapaian indikator mutu pelayanan kesehatan di salah satu fasilitas kesehatan pratama di Depok. Manajemen internal terdiri dari empat variabel utama, yaitu pengelolaan sumber daya manusia (SDM), kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), supervisi dan evaluasi, serta budaya kerja. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode regresi logistik berganda dan melibatkan 32 responden yang terdiri dari tenaga medis dan kepala FKTP (klinik x). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap SOP memiliki pengaruh paling signifikan dengan p-value 0,002 dan odds ratio 14,03 terhadap ketercapaian mutu pelayanan, diikuti oleh pengelolaan SDM, supervisi dan evaluasi, serta budaya kerja. Kesimpulan pada penelitian ini dalah pengelolaan SDM yang baik dan budaya kerja yang kondusif juga terbukti berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Berdasarkan temuan pada hasil penelitian ini maka disaran untuk peningkatan pengelolaan manajemen internal guna mencapai indikator mutu pelayanan yang lebih baik di masa depan.
Copyrights © 2025