Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual berbasis FCM yang dapat menangani kompleksitas, ketidakpastian, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Metode penelitian mencakup identifikasi faktor utama melalui studi literatur dan konsultasi dengan ahli, pemetaan hubungan antarvariabel dengan bobot yang diberikan dalam rentang -1 hingga 1, serta simulasi model untuk mengeksplorasi berbagai skenario alternatif. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variabel kepatuhan regulasi (B4) memiliki pengaruh terbesar terhadap optimalisasi fasilitas pengelolaan air, dengan nilai bobot tertinggi sebesar 0,977. Selain itu, keterlibatan masyarakat (B6) dan kualitas air (B1) juga berperan signifikan dalam sistem. Validasi model menunjukkan bahwa penyimpangan rata-rata bobot observasi dan hasil pemodelan adalah 0,253, yang menegaskan keandalan model dalam merepresentasikan kondisi nyata. Kesimpulannya, pendekatan FCM dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dalam perencanaan fasilitas pengelolaan air di pertambangan batubara dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2025