Volatilitas pasar global yang semakin tinggi telah menjadi tantangan besar bagi sektor perbankan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah. Dalam mengatasi risiko ini, strategi hedging menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan hedging pada bank non-syariah di Indonesia, seperti leverage, likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan. Dengan menggunakan regresi logit biner pada data panel dengan efek acak, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari laporan keuangan tahunan bank non-syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2020-2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa leverage dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan hedging, sedangkan likuiditas dan peluang pertumbuhan menunjukkan pengaruh yang bervariasi. Penelitian ini memberikan wawasan penting terkait pengelolaan risiko nilai tukar yang strategis untuk memperkuat stabilitas keuangan sektor perbankan non-syariah di Indonesia, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam mitigasi risiko keuangan.
Copyrights © 2025