Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelola efek samping dari kemoterapi kombinasi doxorubicin dan cyclophosphamide pada pasien kanker payudara di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, yang dilakukan pada Juli 2024. Seorang pasien wanita berusia 71 tahun dengan diagnosis kanker payudara invasif menjalani empat siklus kemoterapi yang terdiri dari doxorubicin dan cyclophosphamide. Selama pengobatan, pasien mengalami beberapa efek samping termasuk mual, penurunan nafsu makan, hiperpigmentasi pada tepi kaki kanan, hilangnya kemampuan mengecap rasa manis dan asin, serta alopesia (rambut rontok). Data dievaluasi menggunakan metode subjective, objective, assessment, and plan (SOAP) dan algoritma Naranjo, yang menunjukkan bahwa sebagian besar efek samping diklasifikasikan sebagai “probable” terkait dengan terapi yang diberikan. Pengelolaan efek samping melibatkan penggunaan dexamethasone dan tropisetron sebagai profilaksis antiemetik, serta ondansetron sebagai terapi rumahan untuk mengatasi mual. Kesimpulannya, meskipun kombinasi doxorubicin dan cyclophosphamide efektif untuk pengobatan kanker payudara, pemantauan dan manajemen yang tepat terhadap efek sampingnya sangat penting untuk menjaga kualitas hidup pasien selama terapi.
Copyrights © 2025