Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku pada UD. Adi Jaya dan mengevaluasi efisiensinya dalam mendukung proses operasional perusahaan. Pengendalian persediaan saat ini masih dilakukan secara manual berdasarkan perkiraan penjualan masa lalu, yang sering kali menghasilkan ketidaktepatan. Akibatnya, perusahaan menghadapi masalah kelebihan persediaan bahan baku, yang meningkatkan biaya penyimpanan dan pemeliharaan. Hal ini menunjukkan kurangnya efisiensi dalam sistem pengendalian persediaan yang diterapkan. Melalui penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ), penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan persediaan yang lebih tepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2022, kebutuhan bahan baku mencapai 37,65 ton per bulan, dengan titik pemesanan kembali sebesar 47,95 ton. Pada tahun 2023, kebutuhan meningkat menjadi 41,56 ton per bulan, dengan titik pemesanan kembali sebesar 61,56 ton. Dengan metode ini, perusahaan dapat mengatur pemesanan bahan baku lebih efisien untuk menghindari kekurangan atau kelebihan persediaan yang dapat menghambat proses produksi.Keywords : Manajemen Operasional, Peesediaan Bahan BakuÂ
Copyrights © 2024