Limited business and management skills hinder family economic development in Mojogebang Village, Kemlagi District, Mojokerto Regency. This study aims to enhance the economic capacity of housewives through training in traditional herbal medicine (jamu) production and marketing using the Participatory Action Research (PAR) and Capacity Building approaches. The program was conducted from November 18 to December 23, 2024, involving 100 out of 987 local housewives. The training covered jamu production techniques, business management, and digital marketing strategies to expand market access. The results showed a significant improvement in participants' skills, increased marketing networks, and the sustainability of jamu-based businesses. This study highlights the effectiveness of locally tailored training in enhancing small business competitiveness and empowering women economically. The findings have implications for community-based economic development policies and heritage-based business strategies in the digital era.ABSTRAKKeterbatasan keterampilan bisnis dan manajemen usaha menghambat pengembangan ekonomi keluarga di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi ibu rumah tangga melalui pelatihan produksi dan pemasaran jamu tradisional dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Capacity Building. Program ini berlangsung dari 18 November hingga 23 Desember 2024, melibatkan 100 peserta dari 987 ibu rumah tangga setempat. Pelatihan mencakup praktik pembuatan jamu, manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital untuk memperluas akses pasar. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta, pertumbuhan jaringan pemasaran, dan keberlanjutan usaha berbasis jamu. Studi ini menyoroti efektivitas pelatihan berbasis kebutuhan lokal dalam meningkatkan daya saing usaha kecil dan memberdayakan perempuan secara ekonomi. Temuan ini berimplikasi pada kebijakan pengembangan ekonomi komunitas dan strategi bisnis berbasis warisan budaya di era digital.
Copyrights © 2025