Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika reformasi birokrasi dalam pengelolaan dana desa di Kabupaten Merauke, dengan fokus pada faktor struktural dan kultural yang mempengaruhi implementasi kebijakan tersebut, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas tata kelola pemerintahan desa yang adaptif dan berkelanjutan. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk memahami secara mendalam tantangan yang dihadapi pemerintah desa dalam mengelola dana desa, serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan aparatur desa, masyarakat, pemerintah daerah, pendamping desa, dan lembaga pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada perubahan dalam struktur birokrasi desa, tantangan utama yang dihadapi adalah kapasitas aparatur desa yang terbatas dalam pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan. Partisipasi masyarakat juga masih rendah, dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Namun, ada indikasi peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa berkat reformasi birokrasi yang telah diterapkan. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kapasitas aparatur desa, pemanfaatan teknologi dalam pengawasan, serta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pengawas untuk menciptakan tata kelola dana desa yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan, demi mencapai kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
Copyrights © 2024