Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan universitas dalam menghadapi tantangan kesehatan mental di kalangan mahasiswa serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif untuk mendukung kesejahteraan mental mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan peneliti untuk menggali pengalaman dan persepsi berbagai pemangku kepentingan, termasuk administrasi, dosen pembimbing, tenaga konseling, dan mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terhadap kebijakan yang diterapkan di universitas, serta analisis dokumen terkait kebijakan kesehatan mental. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dalam data dan mengungkap hubungan antara kebijakan dengan dampaknya terhadap mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan mental yang ada di universitas masih memiliki keterbatasan dalam cakupan, aksesibilitas, dan efektivitas, dengan tantangan utama berupa keterbatasan sumber daya, stigma negatif, dan kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap layanan yang tersedia. Meskipun demikian, kebijakan tersebut memberikan dampak positif bagi mahasiswa yang mengaksesnya, khususnya dalam hal pengelolaan stres dan kecemasan. Penelitian ini menyarankan agar universitas mengembangkan kebijakan kesehatan mental yang lebih komprehensif dan integratif, dengan fokus pada pencegahan, peningkatan akses, dan pengurangan stigma untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan mental mahasiswa. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat kebijakan universitas dalam merespons kebutuhan kesehatan mental mahasiswa di masa depan, terutama dalam konteks perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin memengaruhi kesehatan mental di era digital.
Copyrights © 2024