Kejadian stunting pada balita berisiko mengalami kegagalan tumbuh kembang yang berdampak pada melambatnya perkembangan otak serta retardasi mental dan risiko kesehatan jangka panjang berupa risiko penyakit kronis. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Makassar tahun 2022 jumlah balita yang mengalami stunting di kota Makassar sebanyak 8.61%. Puskesmas Antang memiliki prevelensi stunting sebanyak 7,36%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) pada anak stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 15 sampel dan kadar Hemoglobin anak stunting dengan menggunakan metode Sahli. Berdasarkan kadar hemoglobin, sebagian besar sampel balita stunting memiliki kadar hemoglobin 10–10,9 gr/dl (Anemia ringan) hasil yang diperoleh tidak terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan pertumbuhan balita stunting.
Copyrights © 2024