Di Indonesia, sekitar 72% pria menikah merokok (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013). Hal ini menunjukkan bahwa anggota keluarga, termasuk anak-anak dan wanita hamil, lebih mungkin terpapar tembakau, dan berbagai upaya sedang dilakukan untuk membatasi perilaku merokok. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penyuluhan kesehatan tentang rumah tanpa asap rokok. Peserta dalam kegiatan ini adalah masyarakat desa sebanyak 35 orang. Penilaian dilakukan dengan mengukur pengetahuan peserta tentang bahaya asap rokok dengan menggunakan kuesioner yang diisi sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil evaluasi berdasarkan pretest dan postest didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bahayanya asap rokok didalam rumah bagi kesehatan. Keberhasilan kegiatan ini ditunjang dengan penyajian leaflet yang disertai gambar-gambar menarik sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Copyrights © 2025