Penelitian ini menganalisis media pada peristiwa pemeriksaan band Sukatani akibat lagu “Bayar. Bayar, Bayar” oleh kepolisian. Pada penelitian ini penulis mengambil sumber data dari berita media independen dan mainstream teratas di Indonesia menurut data Similarweb untuk Januari 2025 yaitu Detik.com, Tribunnews.com, dan Kompas.com dengan rentang waktu 1 Februari 2025 hingga 27 Februari 2025. Metode yang digunakan yaitu analisis framing model Entman guna melihat media membingkai isu. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Media Independen (Kompas.com dan Detik.com) lebih kritis dalam memberikan pemberitaan dan menyoroti kebebasan berekspresi serta dugaan represi. Sedangkan, Media Arus Utama (Tribunnews.com) cenderung lebih netral dengan memberitakan narasi resmi kepolisian dan dari perspektif hukum. Perbedaan framing ini menunjukkan konstruksi realitas media dalam konteks kebebasan berekspresi, kepolisian, dan sistem politik. Dalam sistem politik ini peneliti membandingkannya dengan sistem demokrasi dan Islam Kata Kunci: Framing Media, Kebebasan Berekspresi, Kepolisian, Sistem Politik
Copyrights © 2025