Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab disabilitas tertinggi di dunia. Indonesia sudah memiliki pedoman rehabilitasi stroke, tetapi implementasi pedoman tersebut di rumah sakit di Indonesia jarang diteliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui profil program fisioterapi pada pasien stroke pasca fase akut yang dirawat inap di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang pada Januari-Maret 2023 berdasarkan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS). Metode: Studi menggunakan metode deskriptif-kuantitatif. Data diambil dari rekam medis elektronik RSUD Dr. Saiful Anwar Malang pada Januari-Maret 2023. Hasil: Didapatkan 129 pasien stroke yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 56,6 % pria dan 43,4% wanita, dengan rentang usia terbanyak 51-60 tahun (34,88%). Tingkat keparahan stroke terbanyak adalah stroke berat (NIHSS 21-42) sebanyak 34,88%, kemudian stroke sedang (NIHSS 5-15) 31,01%, stroke sedang-berat (NIHSS 16-20) 19,38%, dan stroke ringan (NIHSS 1-4) 14,73%. Hampir semua pasien dalam semua tingkat keparahan mendapatkan program proper positioning, mobilisasi bertahap, dan terapi fisik dada (persentase terkecil 73,68% pada stroke ringan). Selain tiga intervensi tersebut, pada stroke ringan, intervensi rehabilitasi yang diberikan paling banyak adalah AAROM exercise (57,89%), pada stroke sedang adalah AROM exercise (62,5%), pada stroke sedang-berat adalah PROM exercise (72%), pada stroke berat adalah PROM exercise. Kesimpulan: Semua pasien stroke pada semua tingkat keparahan mendapatkan proper positioning, mobilisasi bertahap, dan rehabilitasi fisik dada, tetapi program fisioterapi motorik, sensorik, kognitif, dan lain-lain pada pasien berbeda tergantung tingkat keparahan.
Copyrights © 2025