Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat gambaran resiliensi pada seorang ayah yang memiliki anak dalam kondisi Syndrome Mongolis. Hal ini diungkap dengan metode kualitatif fenomenologi, dengan responden penelitian seorang ayah yang memiliki anak syndrome mongolis berjumlah 3 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Wawancara semi terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menggambarkan bahwa ketiga ayah yang memiliki anak Syndrome Mongolismempunyai resiliensi yang cenderung baik. Pada responden RA yang awalnya tidak bisa menerima kondisi anak, akhirnya bisa menerima. Responden kedua B, awalnya merasa acuh, takut dikucilkan, stress yang berkepanjangan, namun seiring berjalannya waktu dapat juga menerima kehadiran anaknya. Untuk responden ketiga E, awalnya merasa kaget dan bingung, namun dengan support dari keluarga, mampu menerima takdir akan anaknya dengan bahagia.Kata Kunci : ayah, resiliensi, sindrome mongolis
Copyrights © 2025