Aromaterapi merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk mengurangi nyeri. Nyeri haid didefinisikan sebagai nyeri pada perut bagian bawah saat menstruasi yang dapat menjalar hingga ke paha atau punggung bawah. Di Kota Medan prevalensi nyeri haid primer mencapai 65,1%, sedangkan di SMP Amanah tahun 2023 tercatat sebesar 72%. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas aromaterapi menggunakan ekstrak kulit kayu manis terhadap nyeri haid primer pada remaja putri di SMP Amanah 1 Deli Serdang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Intervensi berupa penggunaan aromaterapi roll-on menggunakan ekstrak kulit kayu manis. Sampel penelitian sebanyak 15 remaja putri yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi Wong-Baker Pain Scale. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi didapatkan hasil sebesar 33,3% (5 orang) mengalami nyeri sangat mengganggu dan 40% (6 orang) mengalami nyeri hingga mengganggu aktivitas. Setelah dilakukan intervensi seluruh responden (100%) menyatakan tidak ada nyeri. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p sebesar 0,001 (<0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi ekstrak kulit kayu manis terhadap nyeri haid primer yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi dengan menggunakan ekstrak kulit kayu manis terbukti efektif dalam menurunkan nyeri haid primer pada remaja putri di SMP Amanah 1 Deli Serdang. Disarankan kepada pihak sekolah untuk memberikan penyuluhan tentang manfaat tanaman herbal untuk mengatasi nyeri haid dan memfasilitasi terciptanya aromaterapi bagi remaja.
Copyrights © 2025