Masalah kesehatan internasional adalah hipertensi, penyebab utama gagal ginjal, stroke, dan penyakit jantung. Diperkirakan 34,1% orang di Indonesia menderita hipertensi, dan sebagian besar dari mereka tidak mendapatkan pengobatan. Meskipun Puskesmas Welahan 1 menangani hipertensi, pasien sering mengalami kesulitan mengontrol tekanan darah mereka karena berbagai macam obat yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif terapi monoterapi dan kombinasi untuk mencapai target tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Welahan 1 dan bagaimana berbagai obat mempengaruhi kontrol tekanan darah. Data dari 60 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis selama tiga bulan menggunakan pendekatan cross-sectional. Digunakan statistik inferensial dan deskriptif, seperti uji chi-square. Tidak ada korelasi signifikan antara kontrol tekanan darah sistolik dan diastolik dan jenis terapi obat (p > 0,05). Namun, pasien yang menerima amlodipine atau amlodipine + captopril lebih mampu mengontrol tekanan darah mereka, dengan rasio kemungkinan 0,857 untuk tekanan sistolik dan 6,429 untuk tekanan diastolik, masing-masing. Hasilnya menunjukkan bahwa terapi kombinasi mungkin membantu mengontrol tekanan darah diastolik, meskipun jenis obat tidak mempengaruhi tekanan darah secara langsung
Copyrights © 2025