Hutan merupakan suatu ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi habitat bagi banyak mahluk hidup. Namun, kerusakan hutan akibat aktivitas manusia seperti kebakaran, penambangan, dan jenis – jenis aktivitas lainya yang membuat kondisi hutan rusak menjadi perhatian serius. Hutan di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, mengalami penurunan luasan yang signifikan akibat aktivitas manusia terhitung dari tahun 2021 hingga 2023. penelitian ini mengembangkan Sistem Pakar Pendeteksi Skala Kerusakan Hutan menggunakan metode Forward Chaining dan Certainty factor untuk membantu Lembaga Pengelola Hutan Desa Sungai Besar dalam menampilkan informasi kerusakan hutan berdasarkan gejala – gejala yang ditemukan. Metode Forward Chaining digunakan untuk pencarian data kerusakan, sementara Certainty factor digunakan untuk mencapai kepastian dalam diagnosis kerusakan terjadi pada hutan. Sistem ini memproses gejala kerusakan hutan dan menghasilkan diagnosis yang akurat dengan tingkat kepercayaan tertentu, sehingga hasil uji klinis menunjukan akurasi sebesar 85,71%. Meskipun efisien dan cepat, sistem ini memerlukan basis data yang lengkap serta adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan hutan.
Copyrights © 2024