Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% yang diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, melalui komentar-komentar pada video YouTube channel KOMPASTV. Sentimen komentar dianalisis menggunakan pendekatan analisis teks dengan model pembelajaran mesin, seperti BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers). Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi komentar-komentar yang menggunakan kiasan, sindiran, atau pernyataan literal untuk menilai cara publik mengungkapkan ketidaksetujuan atau dukungan terhadap kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas komentar memiliki sentimen negatif, dengan dominasi komentar yang sangat negatif terhadap kebijakan kenaikan PPN. Hanya sebagian kecil komentar yang mengungkapkan sentimen positif atau netral, mengindikasikan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya memahami dinamika sentimen publik melalui platform digital seperti YouTube untuk menilai persepsi masyarakat terhadap kebijakan ekonomi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi komunikasi yang lebih efektif dan responsif terhadap kritik publik.
Copyrights © 2024