Stunting pada balita disebabkan oleh kekurangan gizi dan infeksi berulang, menjadi masalah serius terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat Memiliki angka prevalensi stunting yang tinggi dari 40,3% pada 2021, menurun menjadi 27,6% pada 2022, dan 25,4% pada 2023. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan stunting hingga 14% pada 2024, sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan(SDGS) ke-2 yaitu mengakhiri kelaparan dan tujuan pembangunan berkelanjutan. Untuk mendukung target ini, dikembangan sistem pendukung keputusan (spk), menggunakan metode topsis dengan visualisasi webigis untuk menentukan status stunting balita di Kubu Raya. Metode topsis dipilih karena kemampuannya dalam menentukan solusi optimal berdasarkan kedekatan dengan solusi ideal. SPK ini dirancang untuk membantu analisis data dan prioritas berdasarkan kriteria relevan, sedangkan webgis memberikan visualisasi distibusi geografis stunting. Hasil aplikasi menunjukkan balita dengan nilai preferensi < 0,60 dikategorikan stunting sedangkan > 0,60 dikategorikan normal. Aplikasi ini diharapkan mampu membantu pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan lebih efektif untuk menurunkan stunting di Kubu Raya.
Copyrights © 2024