Pengelolaan perumahan dan permukiman perdesaan merupakan isu penting dalam pembangunan berkelanjutan di berbagai negara, seperti Malaysia dan Indonesia. Kebijakan yang diterapkan di masing-masing negara mencerminkan pendekatan yang berbeda. Malaysia mengandalkan model top-down yang terstruktur, sedangkan Indonesia mengadopsi pendekatan partisipatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan Universitas Islam Riau dan Universiti Sultan Zainal Abidin dalam berbagi pengetahuan serta menganalisis kontribusi perguruan tinggi terhadap kebijakan perumahan dan permukiman di perdesaan. Diskusi dan perbandingan pengalaman menunjukkan kesamaan dalam penataan kawasan, terutama terkait penggunaan dan fungsi lahan. Perbedaannya, Malaysia lebih konsisten dalam membangun dan mengembangkan masyarakat desa, sehingga lebih berdaya. Sementara itu, Indonesia lebih berfokus pada pembangunan kawasan berkelanjutan yang cenderung terpusat di perkotaan, menyebabkan desa lebih terisolasi. Namun, perguruan tinggi di kedua negara tetap berkontribusi dalam perencanaan perumahan dan permukiman, menawarkan solusi praktis untuk pembangunan berkelanjutan di perdesaan.
Copyrights © 2025