Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya integrasi antara neuroscience dan terapi musik dalam pendidikan seni untuk mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan kreativitas peserta didik. Musik tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ekspresi artistik, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada aktivitas otak, yang berkontribusi pada peningkatan fungsi kognitif dan keseimbangan emosional. Namun, pemanfaatan musik sebagai sarana terapi dalam pendidikan belum mendapat perhatian yang memadai, sehingga potensinya dalam mendukung pembelajaran optimal masih kurang diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara ilmu saraf dan terapi musik dalam konteks pendidikan seni, serta memahami bagaimana integrasi kedua disiplin ini dapat memperkaya metode pembelajaran. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji literatur dan temuan empiris tentang respons otak terhadap rangsangan musik, dengan fokus pada fungsi belahan otak yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik berperan penting dalam meningkatkan kreativitas, keseimbangan emosional, dan performa kognitif peserta didik. Dengan menekankan pentingnya penyelarasan praktik pendidikan dengan desain alami otak, studi ini menawarkan perspektif baru dalam bidang neuroeducation dan mendorong penerapan seni terapeutik dalam kurikulum pendidikan. Temuan ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan holistik.
Copyrights © 2025