Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup

FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU HINAKO KECAMATAN SIROMBU KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2024

Daeli, Iriani (Unknown)
Utama, Indra (Unknown)
Sipayung, Rosetty (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Feb 2025

Abstract

Penyakit malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Genus Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina dan masih menjadi komitmen pemerintah yang dituangkan pada Sustainable Development Goals (SDGs) untuk pengendaliannya  hingga tahun 2030. Malaria merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, sehingga penanggulangannya menjadi bagian penting dari program pembangunan kesehatan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya malaria. di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Hinako Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat Tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian seluruh keluarga yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Hinako Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat dengan teknik sampling  proporsional random sampling atau sampling berimbang, dimana pada penelitian ini menggunakan 91 KK sebagai sampel yang dipilih secara proporsional. Dengan kuesioner dan uji chi-square, ditemukan adanya hubungan signifikan antara kejadian malaria dengan jenis kelamin (p-value=0,001; OR=1,454), status pekerjaan (p-value =0,001; OR=1,288), tempat tinggal (p-value =0,000; OR=1,137), penggunaan kelambu (p-value =0,002; OR=1,100), dan penggunaan anti nyamuk. (p-value =0,000; OR=1,175), serta pemasangan kasa nyamuk pada ventilasi rumah memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Pulau Hinako, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat (p-value=0,000; OR=1,676). Di lain pihak tidak ada hubungan usia (p-value =0,095; OR=0,036) dan tingkat pendidikan (p-value =0,158; OR=0,032). Penelitian di wilayah kerja Puskesmas Pulau Hinako, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat menunjukkan bahwa tempat tinggal merupakan faktor risiko paling dominan terhadap kejadian malaria. Masyarakat yang tinggal di pedesaan memiliki risiko 1,43 kali lebih tinggi untuk menderita malaria dibandingkan masyarakat perkotaan. Disarankan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Pulau Hinako Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat untuk memberikan penyuluhan atau edukasi tentang pencegahan malaria.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

Kesehatan_Masyarakat

Publisher

Subject

Health Professions Public Health

Description

Jurnal Kesehatan dan Lingkungan Hidup dikelola oleh Direktorat Pascasarjana Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia, merupakan salah satu wadah bagi para dosen dan mahasiswa baik dilingkungan kampus maupun di luar kampus untuk mengisi tulisan ataupun artikel ...